0822-1737-9457

Perbandingan Teknologi LCD dan DLP Pada Proyektor

Sunday, February 21st 2016. | Artikel

Mungkin anda sudah biasa mendengar LCD proyektor namun bagaimana dengan DLP Proyektor.

Selain LCD projector, saat ini di pasaran sudah banyak beredar juga proyektor dengan teknologi DLP (Digital Light Processing). Apa perbedaan dari masing-masing teknologi tersebut? Dan apa pula keunggulan dan kelemahannya masing-masing? Berikut adalah pembahasannya.

Perbedaan Mendasar dalam Teknologinya

Dalam memproyeksikan gambar, LCD projector memancarkan cahaya dari lampu utama, kemudian membaginya menjadi tiga bagian cahaya yang akan melalui masing-masing panel LCD yang berada di dalam perangkat tersebut. Masing-masing panel LCD itu memiliki ratusan ribu sensor pixel yang kecil. Semakin tinggi resolusi LCD projector tersebut, semakin banyak juga sensor pixel yang dimilikinya, dan akan semakin jelas gambar yang dihasilkan. Data dari komputer akan secara otomatis menentukan ke titik pixel yang mana suatu bagian dari gambar akan diproyeksikan.

Sebuah panel LCD memiliki filter berwarna merah, biru, dan hijau. Dengan menggunakan prisma, cahaya yang melalui setiap panel tersebut akan digabungkan dan menghasilkan gambar yang jelas dan sempurna untuk diproyeksikan ke layar.

Sama halnya seperti LCD projector, proyektor DLP juga memancarkan cahaya dari sumber lampu yang sama. Pada proyektor DLP, cahaya tidak dipancarkan melalui panel LCD tetapi dipantulkan ke chip DLP yang memiliki ratusan ribu cermin kecil di dalamnya. Cermin-cermin kecil tersebut akan memodulasi cahaya, bergerak melalui roda warna yang berputar, dan bersinkronisasi dengan data-data pixel yang dihasilkan, kemudian dengan sistem pemilihan waktu yang tepat di chip-nya, akan memungkinkan cahaya untuk terpancar dalam warna yang benar, untuk kemudian bergerak melalui lensa dan terproyeksikan dengan sempurna ke atas layar.

Chip pada Proyektor DLP

Proyektor DLP yang beredar di pasaran kebanyakan menggunakan teknologi chip tunggal (single chip) yang dinamakan DMD (Digital Micro Device) untuk memproses proyeksinya. Ada juga proyektor DLP yang menggunakan 3 buah chip. Proyektor dengan 3 buah chip ini adalah proyektor kelas premium yang bisa menghasilkan kualitas gambar terbaik, tetapi harganya bisa mencapai hingga puluhan juta rupiah, sehingga akan sangat rugi bila Anda hanya menggunakannya untuk keperluan standar seperti presentasi bisnis atau penggunaan di ruang kelas yang tidak terlalu sering dipakai. Proyektor premium ini biasanya digunakan untuk keperluan home theater atau presentasi skala besar di aula atau auditorium.

Berat Proyektor

Baik proyektor DLP maupun LCD, sama-sama memiliki beberapa kategori berat produk. Proyektor yang paling ringan memiliki berat antara 2 sampai 4 kg, sedangkan proyektor yang lebih berat memiliki berat di atas 5 kg. Perbedaan berat proyektor tersebut akan berpengaruh juga kepada kualitas proyektor, baik itu kualitas gambar yang dihasilkan maupun daya ketahanan proyektor tersebut. Proyektor dengan berat yang besar juga biasanya bisa menghasilkan tampilan gambar yang lebih jelas dengan resolusi yang lebih besar, sehingga proyektor ukuran besar ini paling cocok digunakan untuk event-event besar yang melibatkan ratusan atau bahkan ribuan audiens. Pilihlah proyektor yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda, apakah untuk penggunaan normal sehari-hari seperti presentasi atau meeting, atau untuk penggunaan di event besar seperti seminar atau konferensi.

tadi itu adalah perbandingan dari LCD dan DLP proyektor.

tags: , , , , ,

Artikel lain Perbandingan Teknologi LCD dan DLP Pada Proyektor